Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Hujan dan kenangannya

Pagi ini aku terbangun ditengah rinai hujan rintik hujan berdecak indah menerpa timbunan pasir di pekarangan seolah rintik ini mengisyaratkan sesuati sempat ku berpikir kembali kepada masa itu meningat hal manis yang kita lalui saat hujan dikala kamu meneduhi aku dengan sebuah jaket dikala hari itu terjadi ya, hari dimana aku dan kamu menjadi kita aku tak pernah meyangka perasaanku begitu dalam disaat itu aku tidak tau kenapa aku bisa mengatakan iya iya untuk menjalani dan saling  berbagi cerita hidup ini namun kusadari perasaanku begitu dalam saat engkau memutuskan untuk pergi aku selalu mengatakan tidak terhadap feelingku ini tapi kali ini aku tak sanggup berkata tidak bahkan untuk mengingat hari dimana aku berkata iya untuk kamu tepat pagi ini hujan yang menyimpan memori dalam itu berubah menjadi decakan kekecewaan yang amat mendalan aku tidak pernah menyangka sebuah momen yang membuatku bahagia sekaligus menjadi momen yang menyayat hatiku beberapa bulan...

Spring in our mini-world

Sunyi senyap Cahaya tampak sirna Sendiri aku melangkah Menorehkan pijakan kaki Kenagan bagai perisai Perisai yang membatasi Ya membatasi langkahku Untuk melangkah lebih jauh Daun berguguran Entah ini semi yang kesekian kali Yang selalu menemaniku Dalam perjalanan tak berujung ini Kuingin melupakan tanggung jawabku. Untuk berhenti menorehkan pijakan ini Tapi sejuta kali ku hindari semi ini Ku tetap berjalan disepanjang jalan ini Saat tiba semiku nanti Kuharap aku siap menatap semi terakhirku Kuharap pijakan ini cukup Untuk membuat diriku berguna Wahai musim semi ku Kau semi di dunia kecilku Dunia yang tidak bisa orang pahami Dunia yg tak bisa diselami Saat semiku ini mejadi semi kita Akankah kau siap menapakan kakimu bersamaku Menorehkan mimpi dan angan bersama Serta mewujudkannya dalam langkah pasti Hingga pada akhirnya Sang semi lah yang memisahkan kita

Untaian kata hati

Setiap insan pasti memiliki tempat untuk kembali Ya kembali ke rumah setelah bekerja Kembali bekerja setelah sekian lama libur Dan kembali kembali yang lain Termasuk didalamnya kembali ke hadiratNya Berbeda dengan aku Menurutku aku tak punya tempat kembali Mengiringi jalan yang dijatuhi rimbunan daun jati kering Merasakan panasnya udara di siang hari Ya seperti itulah aku diciptakan Dengan ribuan kehilangan Dengan ribuan kekecewaan Dengan ribuan pencobaan Tapi apa itu alasan aku diciptakan? Sama sekali tidak Setiap kita diciptakan demi tujuan tertentu dan setiap rancangannya adalah rancangan Kebaikan bagi setiap umat yang percaya padaNya Lalu kenapa aku merasa bahwa aku diciptakan terpuruk? Bak jiwa yang tak mampu merasuki raganya Aku hanya bisa menatap langit Setiap hembusan nafasku Kuisi dengan doa Kuisi dengan segala unek-unek di bathinku Berharap sesuatu yg hilang ini Dapat terisi dengan sesuatu yg lebih baik Sesuatu yg dapat menjadi berkat bagi orang ...

SEWINDU

Tergolak aku saat jam dinding seolah berdetak kencang menunjukkan sudah pukul 5 pagi. Surya belum siap menyinari setiap celah jendela kamarku tapi dia sudah ada di hadapanku. Ya tepat disampingku, tertidur terlelap entah sudah sampai tingkat mana mimpinya. Ya dia lah sang surya bagi hidupku. Siap untuk menyinari aku saat aku sedang mendung. Sinar senyumnya seolah memberikan gelombang positif padaku. Aku sangat mendambanya. Meski dia disampingku, ada sesuatu yang mencegah aku tuk mendekatinya, untuk membelainya. Sehelai rambutnya pun tak bisa ku sentuh, seolah raga ini tak mampu menyambut jiwanya. Jiwa yang masih menapaki dunia yang sudah kutinggalkan semenjak Sewindu yang lalu. Melihatnya sudah cukup bagiku. Menyentuhnya adalah suatu kemustahilan bagiku. Kebahagiannya adalah segalanya bagiku. Saat dulu kami menapaki dunia ini berdua. Ku tak sadar betapa berharganya momen dimana kami saling tertawa canda, senyuman selamat paginya yamg selama ini mengawali hariku. Baru kusadari ...