Hingga waktuku tiba
Tergoda aku berpikir saat melewati sebuah rumah duka salah satu rumah sakit di Jakarta. Mungkin diluaran sana detik begitu bearti, sedetik kelahiran detik berikutnya kematian.
Apa mungkin hal sederhana itu terjadi tiap harinya? Satu meninggal diganti satu yang lahir
Begitu ketatnya waktu itu
Hingga mengingkatkan ku pada waktuku
Begitu ketatnya waktu itu
Hingga mengingkatkan ku pada waktuku
Akhir ini ku sering berpikir saat melihat orang meninggal "kapan giliranku tiba?"
Membayangkan saja sudah membuatku ngeri, apalagi harus ku hadapi suatu hari
Membayangkan saja sudah membuatku ngeri, apalagi harus ku hadapi suatu hari
Jika nanti semua manusia termasuk saya akan meninggal, lantas apa sih makna hidup saya sekarang ini? Untuk apa sata dilahirkan utk jadi apa pada nantinya?
Akankah smua terasa sia2 jika kita tahu pada akhirnya, apa yg kita bangun dgn bgitu sempurnya akan kita tinggalkan pada hari kematian kita?
Akankah smua terasa sia2 jika kita tahu pada akhirnya, apa yg kita bangun dgn bgitu sempurnya akan kita tinggalkan pada hari kematian kita?
Saya sebagai penulis pun masih mencari apa arti dan makna hidup saya. Tapi yang saya tau dan sy pegang slma ini klo selama hidup sy berusaha menjadi berguna bagi sesama, berguna bagi org lain disekitar saya
Lantas bagaimana dengan anda?
Apakah anda sudah dapat membayangkan kematian anda, dapatkah anda menemukan makna sebelum hari anda tiba, dan siapkah anda meninggalkan orang yg anda kasihi dan sesuatu yang susah payah anda bangun?
Apakah anda sudah dapat membayangkan kematian anda, dapatkah anda menemukan makna sebelum hari anda tiba, dan siapkah anda meninggalkan orang yg anda kasihi dan sesuatu yang susah payah anda bangun?
F.lidya
Komentar
Posting Komentar